Syalom Pak . . .
Kami masyarakat Nias Barat ingin memperoleh pimpinan yang bersih, jujur dan sanggup memimpin demi kemajuan masyarakat dalam lima tahun kedepan.
Kami berharap Bapak lah salah satunya Pemimpin yang kami nanti-nantikan itu. Karena kami mendengar Bapak aktif dan berhasil dalam melayani di Organisasi keagamaan seperti PGI, LAI, BPK Gunung Mulia, dll.
Kami tidak muluk-muluk mengharapkan perubahan. Kami hanya berharap kepemimpinan Nias Barat kedepan adalah Terwujudnya Pemerintahan yang Jujur, bersih dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), itu saja. Karena kami yakin dengan APBD, DAU dan DAK yang ada kalau bisa dikelola dengan sebaik-baiknya masa depan Nias Barat yang kita cintai ini akan meningkat kesejahteraannya seiring dengan waktu berjalan. Tetapi kalau ditengah jalan ada KKN tadi otomatis itu bisa merusak harapan dan masa depan kami.
Oleh karena itu kami masyarakat kecil dalam menentukan pilihan harus berdasarkan kriteria diatas.
Setelah kami telaah lebih jauh dari rekam jejak para calon yang ada antara lain kami menemukan berbagai kebaikan dan juga pasti ada kelemahannya. Namun dari berbagai hal yang dapat kami maklumi tetapi ada yang sangat mengganjal dihati hingga saat ini, hingga terbitlah surat ini.
Pertanyaan ini bukan hal baru, tetapi kami juga telah menanyakan hal yang sama ke Bapak waktu sosialisasi Pilkada di tempat kami, namun kami tidak mendapatkan jawaban dari Bapak, dan Bapak terkesan menghindar dari pertanyaan ini.
Pertanyaan kami adalah:
- Waktu Bapak dulunya menjabat sebagai Kepala Distrik BRR Nias, mengapa pembangunan/rehabilitasi tidak sampai tuntas dan mengapa ada pilih bulu dalam memberikan bantuan ? Saya masih dengar di berbagai tempat khususnya di Nias Barat banyak masyarakat yang rumahnya hampir roboh dan tidak layak huni, setelah ditinjau BRR dijanjikan akan menerima bantuan tetapi hingga saat ini bantuan itu juga belum diterima. Yang lebih menyedihkan dan mengecewakan kami lagi Pak, belakangan ini kami mendengar bahwa dana bantuan yang seharusnya buat kami masyarakat Nias dan dananya telah Bapak kantongi tidak jadi digunakan untuk pembangunan Nias, malah Bapak mengembalikannya kepada Pemerintah Pusat. Ada apa Pak ? Apa yang terjadi ? Bukankah dana itu adalah dana taktis yang penggunaannya tergantung kebijakan Bapak tanpa menunggu persetujuan pemerintah lebih dulu ? Yang penting akuntabilitasnya jelas kan Pak?
- Sebagai masyarakat awam. Pada setiap pilkada itu banyak sekali dana yang harus dikeluarkan al. Sumbangan kepada berbagai Partai politik agar mendukung Bapak yang jumlahnya ratusan juta tiap parpol, biaya para artis yang Bapak bawa dari Jakarta untuk kampanye di Nias, biaya sosialisasi dan kampanye. Dari dana yang dikeluarkan sebesar itu kami mendengar Bapak didukung dan disponsori oleh pengusaha (pemborong). Kami sangat khawatir akan kualitas pembangunan di Nias Barat kalau Bapak yang terpilih, karena sponsor dari Bapak ini kan pasti ada hitungan balik modalnya dulu ditiap proyek yang akan dikelola kelak. Selain itu dari kriteria kami diatas tadi mengenai Korupsi dan Kolusi TIDAK AKAN bisa bapak penuhi dengan kondisi seperti ini, bukan?
Sebelum kami menulis surat ini, kami juga telah mencari informasi dari berbagai sumber termasuk di yupitergulo.org tetapi kami tidak menemukan jawaban yang bisa memberi jawaban jelas dan memuaskan.
Kami menulis surat ini agar masyarakat bisa memperoleh jawaban yang jelas dan bisa membantu masyarakat pada 2 Februari 2011 ini menentukan pilihannya dan terlebih agar ianya jangan menjadi bumerang buat Bapak dan TS-nya.
Untuk itulah kami menuliskan surat terbuka ini semoga pertanyaan diatas yang sudah berkembang sedemikian di masyarakat bisa dijawab dengan sebaik-baiknya, agar masyarakat beroleh pencerahan dan kepastian keadaan yang sebenarnya.
Artikel ini tersedia kolom komentar, marilah kita berdiskusi dengan santun dan memberikan pikiran yang positif demi kemajuan Nias Barat yang kita cintai ini.
Terimakasih.
Ya’ahowu.
Posted by Jacky Zebua on January 24, 2011 at 12:31 pm
Saya telah mendengarkan pertanyaan yang sama berulang kali, tapi kenap kok ga ngerti-ngerti juga ya ????????????????????
Saya jadi bingung apakah penanya yang budeg atau yang menjawab yang bodoh.
Tolong pak Yupiter dijawab dengan jelas di forum ini. biar clear.
Posted by Sikho Soyo on January 27, 2011 at 9:47 am
Kalau PIRA tidak perlu diperhitungkan-lah, pasangan ini underdog, jadi ga usah nguras energi memperhitungkannya.
Masyarakat tidak bakal pilih PIRA.
Yang milih paling pendukung dana doang beserta keluarga2nya. Karena dengan pengeluaran banyak mereka bakal sengsara kalau tidak milih PIRA. Maklum udah terlanjur.
Posted by Arifman Zai on January 27, 2011 at 10:14 am
PIRA tidak ada tandinganny diantara dua pasangan yang lain. Pendidikannya dan kemampuannya mengelola keuangan di LAI, PGI telah membuktikan kemampuan beliau dalam memimpin yang bersih.
PIRA yes . . . . others No. (apalagi A’ARO’OHE pidato saja ga bisa, ngomong belepotan)
Posted by Maru on January 27, 2011 at 10:17 am
@ARifman Zai : Tunggu saja hasilnya bung dan anda jangan mimpi bisa memenangkan PIRA di Nias Barat.
A’ARO’OHE tetap numero uno . . .