|
Demam, dengan panas tinggi pada anak kerap berlanjut hingga kejang. Demam tinggi yagn disertai kejang, pasti membuat kita cemas dan panik. Mengapa dmam tinggi hingga kejang? Jika si kecil mengalaminya apa yang mesti kita lakukan? Anak memang mudah mengalami demam. Tapi, sebagian anak ketika mengalami demam sampai kejang. Mengapa demam tinggi dapat menyebabkan kejang? Demam bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Sehingga jika anak menderita demam, tentu ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya. Beberapa penyakit ringan sering ditandai dengan demam, namun ada kalanya penyakit yang parah justru timbulnya tidak disertai demam. Anak menderita demam biasanya karena tubuhnya telah kemasukan kuman, virus atau akibat eraksi yang bersifat alergis. Jika kenaikan suhu tubuh diikuti dengan perasaan mual, muntah, kejang atau diare, maka ini merupakan gejala infeksi usus. Sedangkan jika tenggorokan terasa sakit, batuk-batuk, bersin, mulut terasa kering dan hambar serta sesak nafas, ada kemungkinan tenggorokan anak mengalami peradangan yang disebabkan infeksi. Kenaikan suhu tubuh akibat proses penyakit di dalam tubuh. Ketika sel-sel darah putih mempertahankan diri dari serangan bakteri atau virus, sel-sel ini megneluarkan zat yang dinamakan pirogen ke dalam aliran darah. Saat pirogen ini bekerja memerangi penyakit tersebut, suhu tubuh menjadi tinggi. Jadi kenaikan suhu tubuh ini mempunyai pengaruh yang bersifat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri maupun virus. Pencetus Panas Tinggi Hingga Kejang gejala-gejala yang timbul dapat bermacam-macam tergantung pada bagian otak yang terpengaruh. Tetapi umumnya kejang berkaitan dengan suatu sensasi aneh”, kekauan otot yang tidak terkendali dan hilangnya kesadaran. Menurut Dr. Dwi P. Widodo, Neurolog anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pencetus terjadinya kejang sangat beragam. Antara lain, rendahnya kadar gula darah, infeksi seperti campak, cacar air, cedera kepala, ensevalitis, meningitis, keracunan atau overdosis obat-obatan. Selain itu, kejang juga dapat disebabkan oleh tumor otak atau kelainan saraf lainnya. Kurangnya oksigen ke otak juga dapat menyebabkan kejang, Pada beberapa kasus, penyebab kejang mungkin tidak diketahui. Faktor risiko utama penyebab kejang yang umum menimpa anak balit usia 3 bulan-5 tahun adalah demam tinggi di atas 38 derajat Celcius. Penderita pada umumnya mempunyai riwyat keluarga, orangtua, atau saudara kandung yang juga penderita kejang demam. Perkembangan anak yang sering mengalami stuip sering agak terlmabat, mempunyai masalah pada masa neonatus (saat baru lahir) serta kadar natrium serum darah rendah, dan kebanyakan penderitanya adalah anak laki-laki. Sebab-sebab Wujud kejang dapat pula berupa mata berbalik ke atas disertai kekakuan dan kelemahan. Atau, terjadi gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan. Serangan pada umumnya timbul pada awal kenaikan suhu tubuh dan berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang seluruh tubuh ini akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat pertolongan pertama. Setelah itu anak tampak capek, mengantuk, dan tidur pulas. Begitu terbangun, kesadarannya mulai pulih kembali. Walaupun hal ini sangat mengkhawatirkan Anda, kejang seperti ini umumnya terjadi singkat dan jarang menimbulkan masalah. Kecuali bila demam yang terjadi berkaitan dengan infeksi serius seperti meningitis. Anak yang mengalami kejang demam tidak mempunyai kecenderungan untuk mengalami epilepsi. Namun, kejang yang terjadi berulang mungkin merupakan suatu indikasi akan adanya suatu kondisi kronik yang dikenal sebagai epilepsi. Kejang demam merupakan kejang yang cukup sering dijumpai pada anak-anak dibawah 5 tahun. Kejang demam dapat timbul bila seorang anak mengalami demam tinggi, biasanya suhu tubuh meningkat dengan cepat mencapai 39 derajat Celcius atau lebih. Harus Segera Ditangani Kejang demam berikutnya yang disebabkan penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang sederhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampa 4 tahun, kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit. Kejang ini timbul dalam 16 jam demam pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun. Kejang bisa juga terjadi ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kadangkala kejang bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi. Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan, berlangsung lebih dari 15 menit. Gejala-Gejala Kejang
Cara Menangani Demam Hingga Kejang
Jangan Pakai Kopi Kejang demam biasanya diobati dengan antiperik (penurun panas) seperti Diazepam. Sedangkan kejang akibat epilepsi ditangani dengan obat anti epilepsi. Namun sebaiknya segera pergi ke dokter bila anak Anda mengalami kejang yang tidak segera berhenti. Mencegah Panas Hingga Kejang
|
| Sumber: Tabloid Ibu Anak |
Posted by windya on September 12, 2009 at 2:56 pm
terima kasih atas informasinya